PROVINSI PAPUA BARAT

Sekilas Provinsi Papua Barat


Provinsi Papua Barat merupakan Provinsi di Indonesia yang terletak di ujung Barat Pulau Papua. Beribukota di Manokwari. Pada awalnya pembentukannya, Provinsi ini bernama Irian Jaya Barat sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999. Selanjutnya, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2007 tanggal 18 April 2007, nama Irian Jaya Barat diubah menjadi Papua Barat. Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua merupakan provinsi yang memperoleh status Otonomi Khusus.

Wilayah Provinsi Papua Barat mencakup Kawasan Kepala Burung dan kepulauan-kepulauan di sekelilingnya. Di sebelah Utara dibatasi oleh Samudra Pasifik, bagian Barat berbatasan dengan Provinsi Maluku Utara dan Provinsi Maluku, di bagian Timur dibatasi oleh Teluk Cenderawasih, di Selatan berbatasan dengan Laut Seram dan di bagian Tenggara berbatasan dengan Provinsi Papua.

Lambang Daerah

Lambang Daerah berbentuk Tameng / Perisai melambangkan pertahanan dengan warna utama Kuning, Biru, Merah dan Hijau. Sedangkan warna pendukung Hitam dan Putih, di dalamnya terdapat unsur-unsur lambang dan tulisan Papua Barat, serta didesain dengan Pita berwarna Kuning dengan tulisan ”Cintaku Negeriku”. Lambang Daerah terdiri dari 8 (delapan) bagian dengan rincian sebagai berikut :[4]
  1. Bintang berwarna putih bermakna Ketuhanan Yang Maha Esa dan cita-cita serta harapan yang akan diwujudkan
  2. Perisai dengan warna dasar biru bersudut lima bermakna bahwa Provinsi Papua Barat berasaskan Pancasila yang mampu melindungi seluruh rakyat
  3. Leher dan Kepala Burung Kasuari menghadap ke kanan dalam bidang lingkaran hijau bermakna bahwa Provinsi Papua Barat secara geografis terletak di wilayah leher dan kepala burung pulau Papua, sekaligus memiliki filosofi ketangguhan, keberanian, kekuatan dan ketahanan dalam menghadapi tantangan pembangunan pada masa depan serta berkeyakinan bahwa dengan semangat persatuan dan kesatuan, kesinambungan pembangunan mewujudkan masa depan yang cerah
  4. Menara Kilang dengan semburan api berwarna merah bermakna bahwa Papua Barat memiliki kekayaan bahan tambang yang melimpah
  5. Pohon dan ikan bermakna bahwa Provinsi Papua Barat juga memiliki Sumber Daya Hutan dan Sumber Daya Laut yang berpotensi untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat
  6. Sepasang pelepah daun sagu, masing-masing pelepah bagian kanan terdiri 12 (duabelas) pasang anak daun sagu dan pelepah bagian kiri terdiri 10 (sepuluh) pasang anak daun yang diikat oleh dua angka sembilan bermotif ukiran karerin budaya papua, bermakna bahwa Provinsi Papua Barat dibentuk pada tanggal 12 Oktober 1999 sebagai Provinsi ke-2 di Tanah Papua dan ke-31 di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sagu merupakan makanan pokok masyarakat Provinsi Papua Barat yang melambangkan kesejahteraan dan Kemakmuran
  7. Bidang hijau yang diapit 3 (tiga) bidang biru bermakna kesatuan teka dan perjuangan dari 3 (tiga) unsur, yaitu Pemerintah, Rakyat/Adat, dan Agama mewujudkan keberadaan Provinsi Papua Barat
  8. Pita berwarna kuning bertuliskan “Cintaku Negeriku” berwarna hitam bermakna filosofis perjuangan seluruh komponen masyarakat untuk mempertahankan keberadaan Provinsi Papua Barat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia

Potensi Daerah

Provinsi Papua Barat mempunyai potensi yang luar biasa, baik sektor pertanian, pertambangan, hasil hutan maupun pariwisata. Mutiara dan rumput laut dihasilkan di Kabupaten Raja Ampat. Kain Timor tenun tradisional dihasilkan di Kabupaten Sorong Selatan. Sirup pala harum dapat diperoleh di kabupaten Fakfak serta beragam potensi lainnya. Selain itu, Provinsi Papua Barat memiki potensi wisata alam yang merupakan destinasi utama wisata dunia diantaranya Taman Nasional Teluk Cenderawasih yang berlokasi di Kabupaten Teluk Wondama. Taman Nasional ini membentang dari Timur Semenanjung Kwatisore sampai utara Pulau Rumberpon dengan panjang garis pantai 500 km, luas darat mencapai 68.200 ha, luas laut 1.385.300 ha dengan rincian 80.000 ha kawasan terumbu karang dan 12.400 ha lautan.

Disamping itu baru-baru ini, ditemukan sebuah gua yang diklaim sebagai gua terdalam di dunia oleh Tim Ekspedisi Speologi Perancis di Kawasan Pegunungan Lina, Kampung Irameba, Distrik Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak. Gua ini diperkirakan mencapai kedalaman 2000 meter. Hingga saat ini di kawasan pegunungan Papua Barat masih menyimpan misteri kekayaan alam yang perlu diungkap.